ya, masih sama seperti kemarin. masih sama perasaanku, tetap menyayangimu sampai detik ini. masih sama keadaanku, terus memikirkanmu sampai tiap malamnya haruskah ku meneteskan air mata ini? masih sama hatiku, perih menahan rindu padamu. masih sama fikiranku, bagaimana untuk dapat mengubah tangis ini menjadi kembali sebuah senyum yang mengembang di bibir kita. masih sama doaku, untuk meminta dirimu dapat membuka kembali hatimu. masih sama tanganku, mengenggam semua kenangan yang dulu pernah kita buat bersama. masih ku simpan rapih semua kenangan itu, entah apakah aku akan kembali mendapatkannya? atau justru aku akan terus jauh untuk melupakannya? masih sama mata ini, yang merindukan melihat suatu tatapan yang menenangkan dari sorot matamu. masih sama pipi ku, yang merindukan sentuhan lembut ketika air mata ini pernah mengalir. masih sama bibir ini, yang selalu ingin mengucapkan "aku sayang kamu" untuk hati kita. masih dengan kuping yang sama pula, rindu mendengar semua kata-kata mu yang membuatku tersenyum ataupun menangis. semua masih sama, masih penuh dengan sosokmu...
tapi... aku selalu mencoba sepertimu disana.
dengan mudahnya kau menelentarkan perasaanmu. melupakanku. melupakan aku dan kamu-kita. yang setiap kali kucoba kembali menyapamu, tapi kau hanya balas dengan semua kata-kata mu yang menambah lukaku. aku masih tidak dapat menemukan jawabannya, kenapa begitu mudahnya kau cuek dengan hati ini. hati kita? dengan mudahnya juga kata-kata kotor itu selalu keluar dari bibirmu yang dulu sangat manis jika berbicara padaku.
memang nyata, perbedaan itu ada ketika sebuah hubungan sudah terputuskan ...........
Cieeeeeeeeee yube :p
ReplyDelete