seminggu sudah aku berhasil lewatin hari aku yang tak seperti biasanya..
kamu tau yang seperti biasanya? ya, sebelumnya aku emang lagi ngejalanin hubungan sama seseorang namun dia berada jauh disana. LDR. iya LDR, tak semudah yang di bayangkan bisa mempertahankan hubungan berjarak jauh seperti aku dan dia. tak semudah mempertahankan hubungan LDR yang sudah berjalan selama 1tahun 6bulan 8hari. tahun pertama awal kami menjalani dengan sangat nyaman, dia dan aku. semua begitu indah, bahkan terlalu indah untuk kembali di kenang. tapi memasuki tahun pertama pertengahan, perlahan suatu masalah hadir di antara aku dan dia. spele. hanya karna kesalah pahaman dengan orang ke-3. ah tapi tidak spele juga, kamu tau itu menyakitkan? aku hanya sedikit kehilangan keyakinan itu. masih terbayang jelas akan kalimat kejujuranmu, “aku memang pernah mengatakan sayang padanya. tapi hanya sebatas teman. aku minta maaf” semudah itu kah hati ini bisa menerima? semudah itu kah dia mengatakan kalimat itu kepada orang lain sedangkan ada aku disini yang mengkhawatirkan hubungan kita. entahlah… sampai saat ini aku masih tak mengerti akan jalan pikirannya.
tak bisa aku ceritakan disini satu persatu masalah antara aku dan dia. sudah terlalu banyak. terlalu banyak air mata ini mengalir membasahi pipi.
entahlah.. apa kejadian saat ini aku sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya? kita bertengkar lalu baikan hanya dengan suatu pertemuan? aku tak tau..
jujur saja, perasaan ini, hati ini masih terukirkan namamu. tapi aku sudah terlalu disakiti. aku ingin benar-benar mengakhiri kepedihanku antara dia dan aku. ada dua sisi yang berkata dalam hatiku. apakah aku harus terus bersabar, menunggu sampai kita dewasa dan merubahnya menjadi lebih baik? ataukah, apakah aku harus menghentikan kesabaran itu?
entahlah.. pasrah saja dengan semua rencana Allah yang udah di atur buat kita. tapi satu yang aku yakini. “ada saatnya aku akan merasa benar-benar bahagia ketika ketulusan dari seseorang menyapa diriku” semoga saja. dan aku yakin ada :’)
No comments:
Post a Comment